Tuesday, April 7, 2015

Halong Bay...... I'm Coming...!!!!!

27 Januari 2015

Pemandangan Teluk Halong dari Ketinggian

Hari ini saya akan melakukan perjalanan menuju Halong Bay, salah satu tempat wisata yang terkenal di Hanoi Vietnam. Setelah book tempat seharga lebih 100 USD untuk tur 2 hari 1 malam, all in, jadi kita hanya perlu duduk manis dan mengikuti arahan tur guide. Saya bangun jam 6 pagi karena petugas hotel bilang saya akan di jemput sekitar jam 7 lewat. Saya siap-siap mandi dan berkemas, karena tas ransel besar yang saya bawa nanti akan saya titip di hostel tempat saya menginap di Hanoi. Usai beberes di kamar, saya melanjutkan naik ke lantai atas untuk sarapan, untung hotel yang saya book menyediakan sarapan berupa roti dan telur, jadi saya tidak repot-repot untuk mencarinya keluar hostel yang saya perkirakan masih tutup semua. Tepat jam 07.15 waktu setempat, bus shuttle yang menjemput saya datang. Supirnya sangat ramah, seperti biasa, karna saya berwajah lokal dia mengajak saya berbicara dalam bahasa setempat yang tidak saya mengerti (apa saya harus cat rambut ya, biar berbeda sedikit). Di dalam bus jemputan sudah terdapat beberapa turis-turis asing dari berbagai negara. Kami berpindah bus ke ukuran yang lebih besar 15 menit kemudian setelah bus menjemput penumpang terakhir. Karna saya solo traveler tentunya saya harus SKSD dong (sok kenal sok dekat) agar perjalanan tidak membosankan. Disinilah saya berkenalan dengan beberapa rekan yang sebagian besar berasal dari Australia dan satu orang dari Amerika, Thomas. Semua yang saya ajak bicara umumnya mengambil paket tur 3 hari 2 malam, bahkan ada yang mengambil 1 hari perjalanan (saya tidak menganjurkannya karna terlalu melelahkan). Hanya Thomas dan saya lah dalam bus tersebut yang mengambil paket 2 hari 1 malam.

Perjalanan bus akan memakan waktu kurang lebih 4 jam, dan bus akan berhenti di rest area sebanyak satu kali untuk 'happy time'. Turis di sebelah saya tertawa ketika tour guide menyebutkan kata tersebut. Kami yang tidak tahu hanya bengong saja. Ketika saya tanyakan ke ibu-ibu disebelah saya barulah saya mengerti happy time itu adalah buang air kecil, ketika mau masuk toilet kita akan cemas namun berubah 180 derajat ketika telah keluar, felling happy, katanya sambil tertawa. Ibu ini akan menjadi teman ngobrol saya selama 4 jam kedepan karena Thomas sibuk membaca buku dan mendengarkan headset. Saya dan si ibu pun berbagi pengalaman mengenai banyak hal khususnya traveling. Di usianya yang hampir menginjak kepala 5 ibu ini terbilang amat berani, apalagi dia pergi sendiri (memang kalau passion sudah di jalan-jalan, usia bukan lah hal penting). Sebelum ke Halong Bay dia telah bepergian ke Sapa, destinasi tersohor selanjutnya yang terdekat dengan Hanoi. Dia menunjukkan beberapa foto ke saya selama dia liburan di sapa. Sungguh sangat seru dan menyenangkan melihatnya. Saya pun berencana untuk mengunjunginya lain kali (semoga ada rejeki).

Kapal yang Kami Gunakan Berlayar di Halong Bay


Dua jam lamanya kami berkendara, tibalah kami di rest area untuk melakukan ritual happy time tersebut. Disana sudah banyak antri turis-turis yang berbeda bus dengan kami. Kondisi cuaca yang dingin menyebabkan kita untuk buang air kecil berkali-kali karena kita tidak mengeluarkan keringat dari kulit. Untungla mayoritas wisatawan merupakan wanita dan tidak perlu antri panjang bagi kami para lelaki, bahkan si Thomas bilang "for this time i am glad to be a man" hanya karna perkara buang air kecil. Kenapa tidak wanita selain untuk buang air beaar atau kecil mereka membutuhkan toilet untu sekedar memperbaiki bedak dan semacamnya. Rest area ini cukup luas, untuk pemeberhentian bus tempat ini dilengkapi toko penjual makanan ringan dan resto kecil bahkan sepanjang mata memandang selain bus tempat ini dipenuhi oleh patung-patung dan ukiran bermacam-macam ukuran yang tak boleh diambil fotonya, karna semua barang tersebut untuk di jual. Sekitar 45 menit kemudian, penumpang disuruh naik kembali kedalam bus untuk melakukan perjalanan. Diperlukan waktu kurang lebih 2 jam lagi untuk sampai ke pelabuhan halong. Percakapan dengan si ibu pun dilanjutkan dalam sisa perjalanan.

Kondisi Berkabut di Halong Bay
Tepat pukul 12 siang kami pun sampai di pelabuhan halong. Disana kami langsung dibagi kedalam beberapa grup berdasarkan jenis kapal yang kami tumpangi. Sebenarnya saya tidak memiliki ekspektasi yang lebih terhadap kapal yang akan saya gunakan nanti sampai akhirnya saya dan penumpang lain tercengang melihat langsung kondisi kapal. Kapal yang kami tumpangi setara dengan hotel bintang 4, dengan fasilitas AC, private bathroom dengan hot shower, belum lagi tempat tidurnya sangat nyaman. Karena sama-sama solo traveler saya dan Tom pun kebagian kamar twin bed. Sebenarnya terjadi perdebatan kecil di kapal masalah pembagian kamar ini, lebih tepatnya kekeliruan komunikasi. Ketika tur guide menyebutkan triple room dengan penyebutan cheaper room. Karena para turis-turis ini tidak ada yang merasa membayar untuk kamar dengan harga murah alhasil tidak ada yang mau menempatinya hingga akhinya tur guide menjelaskan triple room bukan cheaper room. Serempak kami ber ooooooooo......


Gugusan Batu Kapur di Sepanjang Perjalanan
Makan siang pun dilanjutkan setelah semua urusan bagi-bagi kamar selesai. Bukan karena saya muslim, tapi memang semua penumpang ditanyai perihal makanan apa yang pantang dan mana yang tidak. Sehingga koki kapal dapat menghidangkan makanan yang dapat di nikmati oleh semua penumpang. Saya hanya berpesan saya tidak makan ayam dan daging. Alhasil saya cuma makan tahu dan seafood, tapi itu bukan masalah karena sangat banyak macam-macam seafood yang disajikan. Jadi jangan khawatir. Untuk minum saya membawa 2 botol air mineral ukuran 1 liter ke kapal. Karena hanya makanan yang include ke paket tur tidak dengan minuman. Setelah makan siang tur guide pun menjelaskan kegiatan yang akan kami lakukan di Halong Bay sampai besok.

Sepanjang jalan menuju pemberhentian pertama kami disuguhi oleh gugusan-gugusan karts yang mempesona. Menurut sejarahnya penduduk Vietnam percaya bahwa gugusan-gugusan ini tercipta dari seekor naga yang turun dari langit sewaktu jaman peperangan ribuan tahun lalu. Jumlah gugusan ini sebanyak 1969 dan telah masuk kedalam daftar situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1994.
 
Suasana Pantai Di Salah Satu Gugusan Karts

Tangga Untuk Melihat Halong Bay
Dari Ketinggian
Pertama tempat yang kami tuju adalah pantai disekitar Halong Bay. Di sana kami bisa menaiki anak tangga yang jumlahnya ratusan dan dari puncak kita bisa menikmati pemandangan gugusan-gugusan batu karst sejauh mata memandang. Lelah mengambil benerapa foto, kami pun turun kembali ke pantai untuk bersantai. Beberapa memang memutuskan untuk berenang tapi saya lebih memilih duduk di pinggir pantai menikmati suasana bersama turis-turis lainnya. Walaupun matahari terlihat bersinar, namun kondisi cuaca sangat dingin (awal tahun merupakan musim dingin di daerah utara vietnam) karena angin yang bertiup membawa hawa dingin dari utara. Selama 1 jam kami leha-leha di pantai kami pun menuju destinasi berikutnya, sebuah gua yang terdapat di salah satu gugusan batu karts. Sepanjang perjalanan menuju gua tersebut kami disuguhkan pemandangan gugusan-gugusan karts yang sangat indah. Sebenarnya sama dengan yang ada di Phiphi Thailand dan Raja ampat. Tapi sayang kondisi cuaca pada saat itu ber awan dan sebagian besar gugusan-gugusan yang berada di kejauhan tidak terlihat dengan jelas. Kurang lebih 1 jam kemudian sampai lah kami di dermaga batu karst yang terdapat guanya ini. 

Gua yang kami kunjungi bernama Hang Sung Sot, hang berarti gua dan Sung Sot berarti kejutan. Gua ini awalnya tertutup oleh permukaan air laut. Namun perlahan karena surut, terciptalah ruang-ruang di dalam gugusan karts yang membentuk gua dengan berbagai macam ukuran. Kenapa disebut Gua Penuh Kejutan? di dalam gua ini banyak bebatuan karang yang menyerupai bentuk-bentuk binatang seperti kambing, kura-kura dan bahkan merlionnya Singapura. Selain itu langit-langit gua juga selain dipenuhi stalaktit juga dipenuhi oleh cekungancekungan yang dibentuk oleh riak-riak air laut jutaan tahun lalu. Kondisi di dalam gua cukup terang karena dipenuhi cahaya lampu yang berwarna-warni.

Dermaga Menuju Gua

Langit-Langit yang Terbentuk dari Riakan Air Laut

Suasana Dalam Gua

Berbagai Bentuk Karang yang Terdapat di Dalam Gua

Harusnya itenary hari itu masih tersisa satu lagi, yaitu kayaking. Namun setelah berunding dan semua peserta tur sepakat, maka kayaking dilanjutkan besok pagi sebelum sarapan. Alhasil kami pun kembali kekapal sekitar jam 6 sore dan menghabiskan sisa malam di kapal sampai besok pagi, saya memilih duduk-duduk di dek kapal di lantai paling atas sambil menikmati matahari terbenam di antara gugusan-gugusan gunung karst.

Beberapa Kapal Yang Berlabuh di Teluk Halong Menunggu Malam Tiba

No comments:

Post a Comment