Monday, October 12, 2015

Menjelajah Hongkong Dari The Peak Hingga Menikmati Pertunjukan Laser di Victoria Harbour

10 Februari 2015

Kumpulan Pencakar Langit Dilihat dari The Peak
Hari ke-2 di Hongkong, saya bangun sekitar jam 6 pagi. Rupanya ukuran kamar yang kecil tidak mempengaruhi kualitas tidur selama ruangannya tidak panas dan memiliki kasur yang empuk. Salah satu permasalahan kamar yang saya tempati di Hongkong adalah ukurannya yang serba kecil, bahkan toilet yang terdapat di dalamnya juga sangat mini. Tapi tak apalah selama masih bersih dan yang terpenting ada air panasnya. Selain itu, karena penghuni lain masih tertidur nyenyak saya harus serba berhati-hati dalam bergerak karena akan menimbulkan suara yang mengganggu, salah satu etika tinggal di dorm yang diisi beberapa orang yakni jangan membuat suara yang menggagu penghuni lain ketika sedang tidur. Setelah bergegas, saya turun kebawah dan singgah di mini market untuk membeli sarapan. Saya sekarang lebih berhati-hati dalam membeli makanan, tidak mau kantong terkuras lagi seperti kemarin malam.

Salah Satu Spot Foto ke Arah Hongkong
The Observatotium Deck


Plaza di Dekat Upper Tram Station

Penanda Counter Penjual Tiket Tram
Tujuan pertama saya pagi itu adalah The Peak, kalian pasti sudah tau tempat ini, bukit terkenal di Hongkong yang dari atasnya kita bisa melihat pemandangannya kota Hongkong yang dipenuhi gedung-gedung tinggi. Saya menaiki subway menuju stasiun Central, tiket subway di sini sangat mahal, berbeda dengan daerah China yang lain, jadi kalau kamu wisata di Hongkong dan stay lebih dari 3 hari saya sarankan untuk membeli Octopus Card, bisa lebih menghemat. Turun di Central station saya berjalan menuju Lower Tram Station, cukup mengikuti papan petunjuk yang ada di jalan, kurang lebih 10 menit berjalan kaki. Saya membeli return ticket tram seharga 40 HKD (sekitar 70ribuan), karena masih pagi jadi antrian belum ada, saran saya datang lah sekitar jam 10 kurang beberapa menit sebelum counter tiketnya buka. Karena kalau sudah siang, antriannya sudah lumayan panjang karena tram yang melayani rute ke The Peak hanya 2 unit saja.

Interior Tram
Ini merupakan pengalaman pertama saya menaiki tram, apalagi sampai mendaki ke puncak bukit. kemiringannya bisa mencapai 45 derajat lho. dan tram nya didesain sedemikian rupa agar kita dapat berdiri tegak meskipun dengan kemiringan tersebut, canggihhhh. Tram ini sendiri sudah ada sejak tahun 1900an dan tramnya sudah berganti beberapa kali, tram aslinya masih bisa kita lihat di The Peak ketika turun dan keluar dari Upper Tram station. Karena masih pagi, sekitar jam 10 lewat sedikit, belum banyak toko yang buka di The Peak ini. Jadi saya memutuskan untuk berjalan-jalan menelusuri jalan-jalan kecil di The Peak ini. Ada beberapa spot yang sangat bagus untuk berfoto, dimana kita bisa mem-frame gedung-gedung pencakar langit di bawahnya dengan sangat bagus, sayapun mengunjungi beberapa. Karena masih musim dingin, jadi tentunya udara nya masih tetap dingin meskipun matahari bersinar terik, ditambah Hongkong yang berada di pinggir laut sehingga anginnya cukup kencang dan ditambah saya berada di puncak bukit pulak, brrrrrrrrrrr.....

Sebenarnya masih banyak atraksi turis di The Peak ini, misalnya Observatorium Deck dan Madame Tussaud. Cuma karena berbayar saya urung mengunjungi keduanya, apa lagi saya sudah pernah mengunjungi mueum patung lilin di Bangkok sebelumnya. Saya turun dari The Peak jam 1 siang dan begitu sampai di bawah antrian pembelian tiket sudah mengular sampai ke jalan, tuhhhh kan. Dalam perjalanan ke stasiun subway sebenarnya ada sebuah kebun binatang kota yang menarik untuk disinggahi dan gratis. Saya pun singgah dan berkeliling selama beberapa jam. Walaupun gratis, bukan berarti kebun binatang ini tidak terawat, percaya deh, kamu tidak akan menemukan satu hewanpun yang kelaparan disini, mereka semua tampak sehat dan terawat. Karna gratis dan terbuka untuk publik, saat saya berkunjung sangat banyak rombongan anak-anak TK yang berkunjung, mereka belajar mengenai hewan dan tanaman langsung di tempanya, seru bukan??? Selain hewan, kebun ini juga merupakan botanical garden yang di dalamnya terdapat banyak spesies tanaman-tanaman dari berbagai negara, jadi ada rumah kacanya juga. 

Suasana Kebun Binatang di Hongkong
Kondisi Kebun Binatang Hongkong

Gedung HSBC
Sebelum ke stasiun dan berangkat ke destinasi berikutnya saya sempat berkeliling di kawasan bisnisnya pulau Hongkong. Banyak banyak bangunan-bangunan tinggi yang menarik. Salah satunya gedung HSBC yang terkenal dengan fasade strukturalnya. Disini juga masih terdapat angkutan publik tram listrik yang berseliweran di jalanan. Saya singgah di minimarket untuk membeli beberapa roti untuk makan siang, duh kere banget ya....

Karena waktu menunjukkan jam 2 siang saya melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya, pasar mongkok, karena Hongkong terkenal dengan wisata belanjanya dari yang sangat mahal sekali hingga murah sekali. Saya memilih yang murah sekali karena sesuai dengan kantong saya. Saya menuju stasiun subway dan berhenti di stasiun Mongkok, layaknya pusat perbelanjaan, dimana-mana memang selalu ramai. Salah satunya ya Mongkok ini, barang yang dijajakan beragam, di sini keahlian ibu-ibu dalam tawar menawar harus dikeluarkan. Karena penjual di sini tidak segan menaikkan harga 3 kali lipat dari harga aslinya, jadi kalian harus kejam dan pasang muka tembok saat menawar harga. Jika harga tidak disepakati tinggalkan saja dan beralih ke penjual lain, hahahah.. Saya membeli beberapa cenderamata buat oleh-oleh dan satu buah memori card untuk smartphone saya, maklum kepenuhan foto.

Tram Kota yang MAsih Berfungsi dengan Baik
Sore harinya sekitar jam 4 saya bergerak menuju Avenue of Star. Jika Hollywood punya walk of fame maka Hongkong punya Avenue of Stars sebagai bentuk apresiasi buat para orang-orang yang bekerja di indusri perfiliman. Terletak di pinggir laut dsepanjang Victoria Harbour, Tsim Sham Sui. Di sepanjang jalan terdapat tanda tangan dan cap telapak tangan para selebritis maupun sineas perfiliman Hongkong. Di sini juga terdapat patung sang legenda kungfu Bruce Lee, banyak yang berfoto di patung tersebut. Saya menikmati matahari terbenam di promenade ini sambil menunggu pertunjukan laser yang digelar malam jam 7 tiap harinya. Saya menunggu sambil makan beberapa roti yang telah saya beli sebelumnya.
Patung Bruce Lee di Avenue of Stars

Cap Telapak Tangan dan Tanda Tangan Jet li
Sunset di Victoria Harbour
Perjalanan hari ini pun ditutup dengan pertunjukan laser dari gedung-gedung diseberang pulau dengan sangat mengagumkan. Tidak terbayang berapa daya listrik yang mereka hambur-hamburkan untuk mengadakan pertunjukan laser ini setiap malamnya. Sesuai dengan jadwal pertunjukan, semua turispun berkumpul memadati venue yang telah disediakan untuk menikmati pertunjukan laser show ini. Cahaya laser berpendar menari-nari dari seluruh gedung pencakar langit yang terletak di seberang laut dan dikombinasikan dengan suara musik. Sebenarnya kalau di cari di internet, pertunjukan laser ini memiliki filosofinya dari awal hingga akhir. Pertunjukan berlangsung selama sekitar 15 menit. Pertunjukan selesai semuanya pun bubar karena dingin dan saya pun tidak mau berlama-lama di pinggir laut. Bisa masuk angin...

Pertunjukan Laser Show 
Kalau banyak yang bilang kehidupan di Hongkong yang sebenarnya dimulai malam hari, saya lebih memilih kembali ke hostel dan tidur karena sudah kecapean. Sekarang 2 penghuni sebelumnya sudah digantikan 2 penghuni baru, satu perempuan asal amerika yang bekerja di Beijing dan sedang liburan di Hongkong karena Imlek sudah dekat dan satunya lagi seorang mahasiswa asal Taiwan yang numpang tidur sebelum pulang kenegaranya, karena baru habis liburan menjelajah dratan China.

No comments:

Post a Comment