Monday, October 12, 2015

Wisata Arsitektur di Hongkong dan Hampir Kehilangan Dompet di Bandara

11 Februari 2015

Salah Satu Sisi Bangunan Inovation Tower
Inovation Tower
Pagi ini, hari terakhir saya di Hongkong sebelum take off pesawat jam 9 malam, saya ingin menghabiskan waktu berkeliling mengunjungi beberapa daerah yang belum saya kunjungi sebelumnya. Sebelum berangkat saya chek out dan menitipkan ransel ke receptionist

Tempat yang saya kunjungi pertama kali adalah Inovation Tower, salah satu bangunan karyanya Zaha Hadid yang juga terletak tidak jauh dari daerah saya menginap. Butuh waktu 15 menit berjalan kaki untuk sampai di tempat ini. Terletak di salah satu Universitas di Hongkong, bangunan in difungsikan sebagai Sekolah Desain. Bangunan ini merupakan bangunan fisik pertama Zaha Hadid di Hongkong. Desainnya sangat moderen dan memang sangat khas gaya sang arsitek, jika kamu melihat dan mengikuti beberapa karyanya pasti tau bentuk-bentuk rancangannya. Bentuk bangunannya yang berwarna putih sangat kontras dengan kondisi bangunan sekitar yang lebih cenderung kotak-kotak dengan finishing dinding berwarna merah. Karena beberapa ruangan terbuka untuk umum saya masuk dan berkeliling, saat itu tengah ada pameran hasil karya dari mahasiswa-mahasiswa di sana.

Salah Satu Tugas Mahasiswa yang Dipamerkan
Maket Tugas Mahasiswa Mengenai Permukiman Bawah Tanah
Maket Tugas Mahasiswa
Suasana Jalanan Causeway Bay
Berikutnya yang saya kunjungi adalah Causeway Bay, tempat berkumpulnya ekspatriat Hongkong kalau lagi kongkow-kongkow. Sebenarnya saya kesini karena janjian dengan teman saya yang tinggal di Hongkong, karena terkendala waktu dan contact yang terputus-putus kita tak jadi bertemu. mungkin lain kali ya, semoga ada rejeki lagi, hhehehehe. Saya berjalan-jalan di jalanan Causeway Bay ini selama sejam. Kondisinya sendiri sangat ramai karena jadwal makan siang kantor. jadi kebayang kan jalanan yang didominasi lautan manusia. Sampai mau jalan pun susah sangking padatnya. Saya berjalan ke destinasi selanjutnya karena letaknya lumayan dekat, yakni Victoria Park. Siapa yang tidak kenal taman ini, tempat nongkrong dan liburannya para WNI yang berkerja di Hongkong, jadi jangan heran kalau bejalan di jalan ini terdengar celetukan-celetukan bahasa yang sangat familiar ditelinga. Kondisi taman saat itu sangat sepi karena memang bukan weekend. Saya menghabiskan waktu duduk-duduk dan bersantai di sana. Diperjalanan menuju stasiun subway saya menemukan restoran khas Indonesia. Karena sudah rindu masakan daerah sendiri saya masuk saja, walaupun sadar harganya akan jauh berbeda dengan harga di negeri sendiri. Tapi tak apalah, hitung-hitung membantu usaha orang 'kampung sendiri'. Saya memesan ayam penyet dan es teh yang kalau dirupiahkan 1 porsinya bisa membeli 4 porsi di Indonesia, hahahahaha.....
Bentuk Bangunan Kampus yang Kontras Dengan Inovation Tower
Saya sampai di hostel jam 3 sore dan bergerak menuju stasiun central untuk menaiki kereta bandara. Sebenarna dekat hostel ada bus yang melayani rute ke bandara, cuman saya ngotot saja ingin naik kereta yang nyaman, gak kebayang kan dari awal perjalanan sampai mau pulang naik transportasi kelas ekonomi terus dengan kursi yang keras pula. Jadi saya ingin memanjakan diri dengan naik kereta cepat langsung ke bandara Hongkong, tiketnya sendiri seharga 100 HKD (sekitar 180an ribu) wuihh.... Alhasil saya pun menikmati perjalanan ke bandara dengan kusri yang empuk. heheheheh.... 30 menit kemudian saya tiba di airport, duh cepet banget.

Interior Bandara Hongkong
Bandara internasional Hongkong merupakan salah satu bandara dengan terminal terbesar di dunia. Bayangkan saja di dalam terminalnya terdapat mall yang sangat ramai dan penuh, dari terminal satu ke yang lainnya saja harus naik monorel sangking jauhnya. Setelah Check in dan drop bagasi saya menuju konter imigrasi sebelum masuk ke ruang tunggu bandara. Prosesnya berlangsung cepat karena yang melayani sangat banyak. 

Saat menunggu pesawat di ruang tunggu terjadi sesuatu hal yang sangat membuat saya panik. 10 menit sebelum naik kepesawat saya baru sadar kalau dompet yang berisi passpor, tiket serta duit-duitnya tidak ada digenggaman saya. Saya langsung panik dan berlari kesana-kemari. Bayangkan 10 menit lagi akan menaiki pesawat, masalahnya kartu ATM dan ID saya juga ada di dalamnya, bagaimana mau pesan tiket lagi coba. Setelah berlari kesana-kemari saya melihat petugas kebersihan duduk di tempat duduk saya sebelumnya sambil menutupi sesuatu dengan koran, karena panik saya langsung mendekati dan menanyakan jika dia menemukan sesuatu. Sayangnya dia tidak mengerti bahasa inggris, karna yakin yang dipegangnya adalah barang milik saya, spontan saya langsung lapor ke petugas bandara yang ada saat itu. Dia pun menjelaskan kalau tukang bersih-bersih tersebut berniat mau mengembalikan dompet saya, cuman dia menunggu supervisinya tiba dan mengetahui hal tersebut karena ingin dapat kredit poin dari hal tersebut. Petugas bandara menyuruh saya mengecek isi dompet kalau ada yang hilang, karena buru-buru saya pun menyalami si ibu dan berterima kasih karena gate pesawat saya sudah buka, huffftttttt......

Sungguh sangat ceroboh sekali, euforia ingin pulang karena sudah lama jauh dari rumah membuat saya lalai terhadap barang bawaan. Perjalanan ke Kuala Lumpur saat itu memakan waktu 4 jam dan lanjut penerbangan besok paginya ke Medan jam 5 pagi. Alhamdulillah saya tiba di Medan jam  7 pagi, lega rasanya..... 

Sungguh pengalaman yang sangat berharga.

No comments:

Post a Comment