Friday, February 1, 2019

Eksplore Jaipur Hari Pertama, Selamat Anda Kena SCAM...!!!!!

Amber Fort Rajasthan
Dengan membaca full cerita ini, kalian akan tahu beberapa trik scam yang digunakan local people di sana untuk menjerat wisatawan-wisatawan polos seperti kami ini. So, silahkan dibaca sampai habis. Siapa tau punya rejeki ke India jadi sudah punya bekal, sehingga nasibnya gak seperti kita apesnya.

Deal diharga 400 rupe, kami pun berangkat menuju ke destinasi pertama, City Palace. Dengan harga segitu kami memang tidak berekspektasi untuk mendapatkan perjalanan yang nyaman dan full service tentunya. Tuk tuk yang membawa kami, kondisinya sudah tidak terlalu bagus. Tapi jangan tanya lajunya bangaimana, naik tuktuk berasa naik motor kalo Medan, nyelip-nyelip brooo. Gak sadar apa ya bodynya gede, hahahahah. Kami diantar pak supir tepat di depan gerbang penjualan tiket City Palace. Si uncle memberi tahu kami kalau sudah selesai dia akan menunggu di tempat yang telah kami sepakati. 

Terdapat beberapa jenis tiket yang dapat dibeli untuk memasuki City Palace, tergantung jumlah ruang yang mau dimasuki. Karena traveler ber-budget paspasan, kami memilih tiket reguler seharga 500 rupe/orang. Harga tersebut sudah termasuk, tiket reguler City Palace dan beberapa destinasi yang belum populer di sekitarnya, termasuk Gaitore. Kenapa saya sebut belum populer, karena lokasinya umumnya jauh dan umumnya lagi ni , kalau bukan kuburan ya kuil. Butuh sekitar 3 jam buat mengitari keseluruhan spot yang ada di list tiket yang kami beli. Beberapa spot yang sempat kami kunjungi antara lain Entrance gates, Mubarak Mahal, Chandar Mahal, Peacock Gate, Sabha Niwas, Diwan I Khasdan beberapa area-area terbuka di dalam istana yang cukup menarik dijadikan latar foto. Sedikit cerita tentang City Palace, bangunan ini dibangun tepat di jantung kota Jaipur sekitar 11 kilometer jauhnya dari Amber Fort yang merupakan istana utama di kawasan tersebut. Sedikit tips di dalam istana, jika ada petugas berseragam unik mengajak kamu berfoto dengannya, jangan langsung geer dulu ya berasa situ artesss, hahaha. Di india sangat susah mendapatkan yang gratis, even itu mau foto sekalipun. Jadi pastikan dulu bayar atau tidak, pun kalau foto-foto objek tertentu, pastikan minta ijin dulu sebelum take terkecuali modelnya sama yang punya model gak tau ya. Hahahahaha.... (jangan dicontoh).


Konter penjualan tiket City Palace

Suasana bagian dalam City Palace

Salah satu detail arsitektur bangunan di City Palace

Peacock Gate

Lelah antri foto Peacock Gate
Diwan I Khas, hall serbaguna untuk tamu khusus kerajaan
Puas berkeliling di City Palace kami bergegas ke destinasi berikut yang ada di tiket terusan reguler yang kami telah beli, Gaitore. Sebuah areal kremasi raja-raja dan kerabat raja-raja di Jaipur. Gaitore dalam bahasa Hindi berasal dari kata Gaye ka thor memiliki arti peristirahatan terakhir bagi jiwa-jiwa yang telah pergi. Lokasinya berada diantara Jaipur dan Amber, jadi sebelum ke Amber Fort kamu bisa singgah kesini dulu. Karena letaknya agak jauh dari pusat kota. Situs ini masih relatif sepi untuk dikunjungi, atau mungkin kami kesananya memang pas lagi sepi. Meskipun merupakan tempat kremasi dan kuburan, bangunan-bangunan di komplek ini dirancang secara khusus lo. Bentuk gubahan arsitekturnya sendiri merupakan perpaduan dari gaya arsitektur hindu dan islam sehingga menjadikan situs ini sangat unik.


Gaitore, areal pemakaman raja dan kerabatnya

Bagian dalam kompleks makam ada tamannya

Salah satu spot photo bagus di dalam kawasan Gaitore

Waktu menunjukkan jam 2 siang, kami buru-buru bergegas ke destinasi terakhir untuk hari ini, Amber Fort. Lokasinya yang berada di luar kota Jaipur, dapat ditempuh dalam waktu 30-45 menit. Diperjalanan menuju destinasi ini kamu bisa singgah di Jal Mahal sebuah kuil yang berada di tengah danau. Tapi karena waktu yang mepet kami memutuskan untuk skip dan singgah di Jal Mahal ketika mau pulangnya saja. 

Amber atau Amer Fort merupakan sebuah istana sekaligus benteng yang dibangun dan menjadi pusat pemerintahan raja di Rajasthan. Benteng ini dibangun dimasa pemerintahan Raja Manh Signh I dan menjadi kediaman bagi raja-raja rajput dan keluarganya. Tiket masuk ke dalam istana saat itu adalah 500 rupe, karena teman saya memiliki student card dia mendapat potongan jadi 100 rupe. Counter tiket tutup jam 4 sore dan keseluruhan istana tutup jam 6 malam. Di dalamnya sendiri terdapat banyak spot yang bisa dikunjungi dan dijadikan latar utuk foto. Diantaranya Ganesh Pol Entrance, Public Audience Hall, private quarters of the Maharaja, Magic flower, iner court, Sheesh Mahal dan masih banyak lagi. Butuh setengah harian sih untuk explore seluruh sudut istana ini. Karena kami sampainya sudah kesorean, jadilah kita serba terburu-buru. Belum lagi untuk mendapatkan hasil foto yang bagus harus nunggu sepi. Soalnya sebelahan saya orangnya perfectionist banget. Jadi dalam satu frame cuman boleh ada dia. Hahahahaha.


Parkir kendaraan di pinggir jalan utama Amber Fort

Gate utama masuk pelataran penjualan tiket

Pelataran utama tempat penjualan tiket, tempat gajah parkir.

Spot photo ketje di Ganesh Pol Gate

Kalau yang ini dekat penjualan tiket masuk

Shees Mahal, yang dinding-dindingnya penuh hiasan kaca dan permata
Ada sedikit cerita menarik ketika kami berfoto-foto di pinggir jalan dekat tempat parkir. Di sana sangat banyak kawanan merpati. Kemudian pas sore pula, dimana cahaya mataharinya lagi bagus-bagusnya. Kami pun siap-siap dengan kamera dan langsung jepret beberapa pose ditengah kawanan merpati. Desebelah ada si bapak yang dari tadi rese bilang "not allowed" berulang kali. Karna kami cuekin dia semakin menjadi dan ngomong kenceng-kenceng "NOT ALLOWED". Dan usut punya usut, ternyata dia ngamuk karena kami tidak membeli pakan merpati yang dijajakannya sedari tadi tapi kami asik berfoto ria di sebelah lahan pencahariannya. Hahahahahah.....


Uncle penjual pakan burung dekat pintu masuk

Foto bersama merpati Amber Fort

Sedikit cerita lagi nih ya, lama-lama jadi bukit nih broos dan sist. Hahahahah. Jadi kan karena sudah terlalu lelah dari pagi hingga sore explore terus, dan cuaca saat itu sangat panas, kami memutuskan untuk kembali ke hostel dan mencari makan malam di sekitaran hostel saja. Begitu menyampaikan aspirasi berdasarkan musyawarah bersama anggota tim (gaya padahal cuma berdua doang) ke pak driver, dia langsung marah-marah dan raut mukanya berubah jadi jutek. Alhasil sepanjang perjalanan menuju pulang tuktuk dipacu serabutan, lobang jalan dihajar berasa dia gak bawa apa-apa di belakang. Kan kita orang ya kan? 

Sampai di pinggir kota Jaipur, diduga merupakan toko tekstil langganan beliau, kami disuruh turun dan masuk kedalam untuk lihat-lihat beberapa barang. Di posisi ini lah kami baru sadar dan ngeh kenapa dia berubah 180 derajat ketika kami bilang mau langsung pulang aja. Ternyata dia sudah niat di akhir tour kami akan dibawa ke beberapa toko-toko souvenir langganan dia, berharap dapat tips karena telah membawa pelanggan masuk kedalam toko. Karena sudah tau kami kena scam, kami pun berniat keluar saja dari toko dan tidak membeli apa-apa, saoalnya harganya mahal-mahal coi. Dan petugas di dalam toko rame banget, jadi daripada keluar tanpa kaki dan kepala (dramatisir banget ya) kami memutuskan membeli scraft dengan menawar dengan harga paling murah. Dan akhirnya kantong kami terkuras 1400 rupe untuk 2 buah scraft yang kualitasnya tidak seberapa. Dan usut punya usut, setelah beberapa hari berlalu saya menanyakan harga scraft dengan model yang sama di pinggir jalan cuma 300 rupe/potongnya. Baiiiiiiii rupesss.........

4 comments:

  1. Aku kayak deja vu baca pengalaman kamu di Jaipur ini :)
    Soal diantar ke toko souvenir itu aku juga kena. Eh tepatnya sengaja kena hehe, karena aku emang butuh cari oleh-oleh buat ibu di rumah. Tapi aku emang nawarnya gila-gilaan banget, beli scraft gitu 200 apa 300 rupee gitu. Penawaran awalnya seribuan lol.

    Deket Amber Fort itu ada stepwell namanya Penna Menna Ka Dunt, cakep. Harusnya harga paketannya udah termasuk ke sana sih.

    Omnduut.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha, kayaknya ini udah pengalaman yang harus di lalui buat yang pertama ke India kayaknya Om. Kalo di toko souuvenir yang di saranin Tuktuk emang harganya emang gila-gilaan. Saya sama temen aja pas dengar scraft harganya di atas 1000 langsung liat-liatan. Hahahahaha...

      Delete