Friday, February 15, 2019

Jaipur ke Delhi dengan Sleeper Bus

Suasana Sydicam malam hari
Setelah mengambil tas yang di titip di hostel, kita berangkat ke Sydicam. Tiket belum dapat dong, karena kami sudah dapat info kalau bus ke Delhi itu ada setiap jamnya jadi kami santai saja. Kami tiba di Sydicam jam 8 malam. Seperti biasa, begitu turun dari Tuktuk, melihat kita bawa tas dan koper, langsung dong kitanya dikerubuti kayak semut ngerubutin gula. Setelah tawar sana tawar sini, dan memakai trik emak2 nawar di pasar (yang pura2 pergi gitu lo). Kami mendapat tiket 650 rupe untuk berdua, AC dan Sleeper. Itu udah nawar dan merekanya maunya turunya cuma 50 rupe. Tapi lumayan lah, kita dapat selonjoran di dalam bus sampai besok paginya.

Ini merupakan pengalaman saya kali kedua (bukan raisa loh ya) naik sleeper bus setelah perjalanan dari Siem reap ke Ho Chi Minh. Dalam bus ukuran besar tersebut dalamnya dimodifikasi sedemikian rupa. Jadi untuk bagian bawahnya tetap berupa tempat duduk dengan konfigurasi 2-1, Tapi di atasnya ada kompartemen untuk tidur tetap dengan konfigurasi 2-1. Kompartemen nya sendiri sepanjang tubuh manusia normal. Dengan pintu kaca, kita di dalam serasa manusia dalam aquarium, hahaha. Bus ini berangkat jam 10 malam. Dan saat itu penumpangnya full, bahkan ada yang ngemper di gangnya juga loooo...

Naik bus ini sebenernya kurang nyaman sih, karena kompartemennya selain isinya kami berdua, ditambah barang bawaan kami yang kami masukkan juga ke dalamnya. Selain itu cara supir bawa busnya juga agak ugal-ugalan, gak perduli jalanan berlubang, jalanan berbelok, dihajar aja semua dengan kecepatan yang konstan. Tapi karena seharian sudah cape, ya kitanya langsung molor aja walaupun kompartemennya wangi semerbak bau kaki kita berdua, hahahahaha....

Kondisi di dalam bus
Bus berhenti sekitar jam 2 malam. Mungkin si supir ngantuk, jadi mau ngopi dulu. Jangan bayangkan dong rest area yang luas, dengan gerai makanan dimana-mana. Setelah mengintip dari jendela mobil, karena kita memang malas turun. Selintas, terlihat lapangan luas, karena gelap, dengan satu warung tenda di pinggir jalan. Bagaimana dengan buangair kecilnya?? ini yang menarik nih. Semua penumpang yang ingin buang air kecil bebas aja gitu pipis di lapangan luas. Kalau pria sih masih lumrah ya. Yang saya kaget itu, para bu ibu juga ikut-ikutan dong. Mereka langsung angkat rok dan jongkok dong, untung gelap yak jadi gak keliatan itunya, hahahahaha.

Usai 30 menit bus berhenti untuk istirahat, bus melanjutkan kembali perjalanan. Kami tiba di Delhi sekitar jam 6 pagi, sebelumnya pak kondektur membangunkan kami kalau sudah mau dekat pemberhentian terakhir, jadi semua penumpang harus bersiap-siap. Kami turun di sebuah Terminal bus yang terintegrasi dengan stasiun MRT. Kondisi saat itu masih gelap. Semua penumpang diturunkan di pintu masuk terminal, gak tahu deh maksudnya apa. Begitu turun bus langsung dong wangi semerbak tercium disepanjang jalan, bau apa lagi kalau bukan bau pesing. 

Kami berjalan menuju ke stasiun MRT mengikuti penumpang lain dengan tujuan sama. Di dalam stasiun, sama seperti MRT di China, semua barang bawaan harus dicek melalui x-ray dan semua penumpang harus melewati mesin pendeteksi logam. Setelah semua selesai diperiksa dan kami membeli tiket terusan MRTyang one day pass, kita langsung cek stasiun terdekat dengan hostel yang sudah kita pesan sebelumnya via online. Oh ia, one day pasnya harganya 500 rupe a.k.a 100 ribuan untuk dipakai seharian. 100 rupenya merupakan deposit dan bisa dikembalikan setelah habis masa berlakunya.

No comments:

Post a Comment