Sunday, February 17, 2019

Welcome To Delhi, eksplore di Hari Pertama

Agrasen Ki Baoli
Dari stasiun bus, setelah mendapatkan kartu one day pass nya MRT, kami bergerak ke Hostel yang telah kami booking via internet. Letaknya di pinggiran kota, tapi kami memilih penginapan yang ekat dengan stasiun MRT biar dekat kemana-mana menggunakan kereta. Jangan lupa meminta MAP rute MRT di bagian informasi, karena akan sangat membantu selama kamu berada di delhi nantinya. Map dan tiket sudah di tangan, kami langsung bergegas ke hostel dengan menggunakan MRT. Pemberhentian yang palng dekat dengan hostel tempat kami menginap adalah Laxmi Nagar Station di jalur biru kalau di peta sebelah timur.

Butuh waktu sekitar 45 menit untuk kami sampai ke hostel. karena masih jam 7 pagi, kondisi jalanan dan kereta masih sepi. Sama seperti di Jaipur, udara pagi di Delhi juga sama dinginnya loh dan pastinya debu masih tetap everywhere. Walaupun di keterangan bookingan check in bisa dilakukan jam 2 siang kami kekeuh datang ke hostel, ya minimal bisa mandi dan rebahan sebentar di lobby hostel sebelum melanjutkan perjalanan menjelajah kota Delhi. Beruntung, selain mandi kami juga dapat sarapan gratis sih di hostel walaupun hitungannya kami belum tamu resmi di sini. Hahahahaha...

Suasana stasiun MRT Delhi

Di dalam gerbong MRT Delhi
Setelah mandi, jam menunjukkan pukul 9 pagi, kami bergegas ke destinasi pertama. Agrasen Ki Baoli, sebuah situs kuno yang saat ini populer karena dijadikan lokasi syuting filimnya Amir Khan (PK) dan Sri Devi (MOM). Dengan menggunakan MRT kita dapat trun di stasiun terdekat, ada tiga pilihan stasiun yakni Janpath, Barakaba road dan Mandi House Stasion. Tapi yang paling-paling dekat adalah Barakamba Road, dimana kamu hanya perlu berjalan sekitar 500 meter lagi untuk mencapai situs kuno ini. Gunakanlah selalu Google Map offline, karena beberapa destinasi wisata di Delhi letaknya bukan di jalan besar yang mudah dikenali. Seperti Agrasen Ki Baoli ini, dia terletak di dalam kawasan komplek permukiman dan perkantoran.

Suasana di dalam situs Agrasen Ki Baoli
Beberapa spotfoto menarik
Atap sumur di lantai bawah

Ketika kami sampai, lokasi ini ramai dipenuhi anak-anak ABG. Dari gelagatnya sih mereka ini anak-anak SMP yang lagi prosesi pemotretan buat buku tahunan. Soalnya ada guru-gurunya juga. Situs ini berukuran 60 x 15 meter dan 108 anak tangga. Dibangun pada abad ke-14, situs ini berfungsi sebagai sumur penampungan air. Sama halnya dengan step well yang kami datangi di Jaipur, cuman dengan bentuk yang berbeda. Kami eksplore lokasi ini selama kurang lebih 2 jam. Mengambil beberapa foto, karena lokasinya kecil dan sangat ramai kami kemudian bertolak mengunjungi destinasi berikutnya.

Suasana Agrasen Ki Baoli sekitar jam 10 pagi
Destinasi berikut yang kami kunjungi adalah Jama' Masjid. Terletak di Old Delhi, kamu bisa mencapai destinasi ini dengan menggunakan MRT jalur ungu dan turun di Jama' Masjid Station. Dari stasiun ini kamu hanya perlu berjalan sekitar 300an meter. Destinasi lain yang dekat dengan stasiun ini adalah Red Fort. Kedua situs ini terletak dikawasan kota tuanya Delhi, Old Delhi. Berhubung sudah siang, kami bergegas ke Masjid dulu untuk makan siang dan sholat zuhur. Sepanjang jalan menuju mesjid banyak pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai keperluan sehari-hari. Di sekitar masjid juga ada bazaar, kalau bahasa kita lebih tepatnya sih pasar. Kami makan siang di pasar ini sembari menunggu adzan zuhur.

Suasana jalan menuju Jama Masjid Delhi
Gerbang masuk Jama Masjid Delhi
Gerbang masuk masjid dari arah timur
Tampakdepan Jama Masjid Delhi
Masjid ini termasuk salah satu masjid terbesar di India. Dibangun pada masa pemerintahan Raja Shah Jahan 1644. Bangunan masjid terbuat dari marble dan red sand stone. Masjid ini dapat menampung 25.000 jamaah sholat. Berdiri 2 menara setinggi 40 meter di sisi kiri dan kanannya. Bagian tengah halaman masjid terdapat kolam air yang berfungsi sebagai tempat berwudhu. Bangunan ini terbuka untuk umum, biaya masuk gratis. Namun kalau kamu bawa kamera, akan dikenakan charge 300 rupe per kamera. Dan kalau mau naik ke salah satu menara akan dikenakan biaya tambahan lagi. Karena bangunan masjid ini masih difungsikan sebagai tempat ibadah umat muslim, kondisinya akan selalu ramai dari subuh hingga isya. Kami duduk menikmati susana masjid dan berkeliling ke tiap sudut sembari mengambil beberapa foto. Asyik jepret sana sini gak kerasa udah ashar lo, karena naggung kami menyelesaikan sholat ashar dulu dan kemudian lanjut ke destinasi selanjutnya, Red Fort. 

Tempat berwudhu di Jama Masjid Delhi
Suasana di depan mihrab mejid
Pemandangan dari dalam mesjid
Interior dalam mesjid

Dari halaman mesjid kita dapat melihat bangunan benteng berwarna merah di seberangnya. Kelihatan begitu dekat, tapi butuh waktu sekitar 15 menit berjalan ke benteng tersebut. Begitu sampai di gate pintu masuk, kami langsung terkejut melihat antrian yang sangat panjang. Tiket masuk untuk wisman dipatok 500 rupe per orang. Melihat antri yang cukup panjang dan hari sudah makin gelap, kami urung masuk ke dalam benteng karena percuma, akan susah hunting foto kalau kondisi bangunan rame begini, yang ada bocor di mana-mana dong, hahahahha. Alhasil kami hanya duduk di depan pintu masuk dan mengambil beberapa foto sebagai bukti kalau kami udah pernah ke benteng ini, yaaaa biar pun cuma depannya doang.

Kami di Red fort, lebih tepatnya di halamannya, sampai jam setengah 6 sore. Sambil menunggu magrib kami menyempatkan untuk makan malam disekitar masjid dan memustuskan untuk kembali ke hostel karena sudah capek dan terlebih lagi kami kurang tidur pada malam sebelumnya.

Halaman depan Red Fort
Gerbang utama Red Fort
Orang Indonesia nyasar di Red Fort
Impresi saya mengenai kota Delhi di hari pertama adalah, suasananya lebih moderen daripada Jaipur, ya ialah, secara ibukota negara gini. Karena sudah berpengalaman di Jaipur, di Delhi kami aman dari scam setidaknya di hari pertama ini okelah. Berpindah kemana-mana lebih gampang karena ada MRT, berbeda dengan Jaipur yang full meengandalkan Tuktuk. Oh ia, harga barang-barang di sekitar masjid juga murah-murah lo. Layak lah dipertimbangkan kalau mau beli oleh-oleh. Tapi ya ada harga ada kualitas ya. Pinter-pinter nawar aja. Hahahaha

Sekian Delhi hari pertama...

No comments:

Post a Comment