Tuesday, May 28, 2019

Finally... Taj Mahal.......

Taj Mahal pagi hari
Agenda utama kami ke Agra adalah mengunjungi the one and only Taj Mahal. Mungkin bukan kita aja, semua orang yang berkunjung ke India belum sah rasanya kalau belum mengunjungi bangunan megah yang menjadi saksi bisu kemegahan cinta Shah Jahan pada sang istri Mumtaz.

Mengunjungi bangunan iconic ini harus dimulai dari pagi hari, subuh sih sebenernya. Kami bangun jam 5 subuh, mandi dan belum sempat sarapan, karena petugas hostel belum bangun. Dari hostel ke tempat penjualan tiket dibutuhkan waktu sekitar 15 menit berjalan kaki. Jangan takut karena walaupun berangkat subuh, suasana jalan menuju Taj Mahal sudah ramai sama pemburu sunrise. Begitu sampai di boot penjualan tiket antrian sudah panjang dong sama wisatawan mancanegara walaupun gerbang masuk baru buka jam 6 pagi. Tiket masuk untuk wisatawan manca negara sekitar 1000 Rupee (per 2018, 2019 naik jadi 1300), sudah termasuk pelapis alas kaki dan satu botol air mineral.

Kami masuk dari East Gate karena hostel yang kami tempati ada di sisi sebelah timur Taj Mahal. Begitu memasuki gerbang kita harus melewati pemeriksaan keamanan, sama halnya ketika masuk ke bandara. Barang yang dibawa ke dalam juga gak boleh macem-macem, yang paling aneh sih gak boleh bawa masuk permen karet, hahahahaha. 

Begitu selesai cek barang-barang bawaan, kami langsung masuk melalui gerbang utama bercat merah. Dari sini sih udah keliatan megahnya, belum lagi Taj Mahalnya ya. Beberapa pengunjung yang sudah selesai diperiksa barang bawaanya bahkan ada yang berlarian. Ya, buat pemburu spot photo ketje, ini lah jam yang pas untuk mengambil photo Taj mahal dengan latar matahari terbit yang tidak di invasi pengunjung dimana-mana, jadi free human being. Waktunya singkat sih cuman sekitar 15 atau 20 menitan sebelum pengunjung tumpah ruah dipelataran Taj Mahal.

Great Gate, Pintu masuk kawasan utama Taj Mahal

Berdiri di depan Gate Utama Berwarna Merah (namanya Great Gate), melihat Taj Mahal terbingkai frame gerbang dari kejauhan itu mata langsung berkaca-kaca. Duh, liat Taj Mahal aja gini, gimana pas liat Ka' Bah entar ya, nagis kayaknya. Dari kejauhan Taj Mahal terlihat gagah, simetris, berwarna putih bersih. Di depannya terdapat kolam panjang dengan air yang tenang merefleksikan bentuk indah Taj Mahal dari kejauhan. Di sini tuh pas depan kolam banyak orang yang foto-foto lo, karena merupakan spot buat fotografer yang ingin nangkap simetrisnya bangunan itu cuma dari sini. Karena ramai jadi harus ngantri ya temen-temen, sesama kang foto gak bole sikut-sikutan. Hahahahaha....

Kami tidak mau berlama-lama di spot ini, karena masih banyak spot lain yang masih sepi dan bagus dijadikan latar untuk berfoto. Dari kolam ini kami bergerak ke sisi barat Taj Mahal, terdapat bangunan mesjid berwarna merah di sana. Dari sini kita bisa foto si Taj dari angle yang berbeda dan tetep dapat frame bagus kalau ngambil dari dalam mesjid. Karena kita datangnya pagi spot ini juga akan segera ramai karena dari spot ini kita bisa rekam si Taj dengan latar matahari terbit dibelakangnya. Puas ambil foto dari sisi sini, kita bergerak masuk ke bangunan utama yang menjadi primadona se India.

Suasana Taj Mahal sekitar jam 7 pagi, masih sedikit berkabut

Hunting foto sunrise dari arah mesjid 

Siap-siap pose buat pemotretan, hahahah
Interior dalam mesjid Taj Mahal
Jalur masuk wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara di sini dibedakan teman-teman. Mungkin karna bayarnya beda jadi perlakuan juga beda kali ya. Untuk memasuki bangunan marbel megah berwarna putih ini. Naik beberapa anak tangga ke level yang lebih tinggi, kemudian melintasi teras utama bangunan Taj. Begitu menginjak teras yang terbuat dari marble putih ini rasanya dingin sekali, mungkin karna masih pagi. Banyak yang lesehan di lantai putih tersebut, mungkin kalau tidak ada petugas yang berjaga saya sudah guling-gulingan sangking nyamannya. Dari sini, kita bisa melihat jelas detail bangunan Taj Mahal yang legendaris. Dinding luarnya terbuat dari marmer putih dengan berbagai ukiran dan lukisan indah. Mostly bentuk patternnnya motif bunga dan kaligrafi ayat Al-Qur'an. Konon katanya bentuk dari motif-motif ini juga di kombinasikan dengan batu permata berbagai warna pengganti cat. Wahhhhhhhh.......

Masuk kedalam bangunan makam, terdapat 2 buah replika pusara makam Mumtaz dan Shah Jahan. Kedua makam tersebut tepat berada di bawah kubah Taj Mahal yang paling besar. Makam yang asli terletak di lantai bawah bangunan. Cahaya di dalam bangunan hanya bersumber dari celah-celah pintu dan jendela pada dinding bangunan. Pada dinding bangunan terdapat sebuah jendela yang terbuat dari Marble berbentuk lattice, jadi jendelanya itu ditutupi semacam jeruji bermotif sarang lebah tapi terbuat dari marble putih bukan besi. Konon katanya kalau berfoto dibalik jeruji marbel ini, kita akan kembali ketempat ini lagi di msasa yang akan datang, hahahahaha. Let's see....

Ukiran dan lukisan kaligrafi di dinding Taj Mahal

Foto di sini katanya bakalan balik lagi dan
betul 2019 saya ke sini lagi

Selain bangunan makam, yang merupakan bangunan utama, terdapat beberapa bangunan lain yang ada di kompleks Taj Mahal ini. Seperti yang saya sebut sebelumnya, ada bangunan Mesjid berwarna merah di sisi barat makam, bangunan di sisi lainnya (sebelah timur) berbentuk sama adalah The Jawab yang berfungsi sebagai guest house. Bentuk dasar dari kedua bangunan ini sama seperti Jama Masjid yang ada di Delhi yakni terdiri dari 3 kubah. Semua bangunan ini, termasuk tomb yang menjadi bangunan utama, dikelilingi oleh tembok berwana merah setinggi 6 meter yang berfungsi sebagai pelindung dan juga pembatas kawasan. Di sebelah utara kompleks Taj Mahal berbatasan langsung dengan Yamuna River.

Kami berada di kompleks Taj Mahal hingga siang hari, sekitar jam 1 siang kami keluar untuk makan siang di sekitar hostel dan memutuskan untuk istirahat sebentar mengingat cuaca siang itu sangat panas. Sore harinya kami bergerak ke permukiman di sisi selatan Taj Mahal untuk mengambil beberapa foto Taj dari angle yang berbeda. Dari rooftop restoran yang ada di sini kami mendapat beberapa foto dengan latar yang sangat menarik. Bangunan Taj Mahal yang sangat megah dan bersih sangat kontras dengan kondisi permukiman di sekitarnya.

Sisa hari pertama kami habiskan di tepi Sungai Yamuna, tepat di belakang Taj Mahal. Dari sisi ini kita dapat menyaksikan matahari terbenam dengan siluet bangunan Taj di depannya. Dari sisi sungai ini juga kita dapat menyewa perahu warga setempat untuk mengambil foto Taj Mahal dari sisi sungai, yang pasti viewnya akan sangat indah. Teman saya bergabung dengan wisatawan lain menaiki perahu ini karena saya memang tidak tertarik. Dia mengeluarkan duit sekitar 300 rupe untuk biaya urunan sewa perahu bersama 5 orang wisatawan lainya.

Sudut lain menikmati keindahan Taj Mahal

Sunsetan di Yamuna River dengan siluet Taj Mahal

Kang jaga Vilaa di sekitar Taj, hahahaha

Hari ini masih terasa seperti mimpi rasanya. Bisa menyaksikan saksi bisu kemegahan cinta sang raja terhadap istrinya yang telah tiada. Saya yang terbiasa melihat foto Taj dari buku pelajaran SD hingga google-ing. Menyaksikan langsung kemegahan bangunan yang bahkan saya duduk-duduk dipelataran makamnya. Alhamdulillah.... sesuatuuu....

Sekian cerita Agra hari pertama, nantikan cerita berikutnya ya.
Keep Exploring
Keep jalan-jalan...